Selasa, 17 Mei 2011

Wasasan Nusantara

Definisi Wawasan Nusantara
Arah pandang wawasan nusantara terbagi menjadi dua,
1. Arah pandang wawasan nusantara ke dalam
–> bertujuan menjamin perwujudan persatuan kesatuan dalam segenap aspek kehidupan nasional. Arah pandang ke dalam ini menitikberatkan pada aspek internal dalam tubuh NKRI. Sehingga permasalahan-permasalah seperti disintegrasi bangsa dalam bentuk apapun dapat dicegah dan diatasi sedini mungkin.
2.  Arah pandang wawasan nusantara ke luar.
–> bertujuan untuk menjamin kepentingan nasional (tujuan nasional dan cita-cita nasional) dalam dunia internasional.
Pengertian Wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam pelaksanannya, wawasan nusantara mengutamakan kesatuan wilayah dan menghargai kebhinekaan untuk mencapai tujuan nasional.
Nusantara merupakan istilah yang dipakai untuk menggambarkan wilayah kepulauwan yang membentang dari Sumatra sampai . Variasi istilah hiperkorek yang juga dikenal adalah Nuswantara.
Kata ini tercatat pertama kali dalam literatur berbahasa Jawa Pertengahan (abad ke-12 hingga ke-16), untuk menggambarkan konsep kenegaraan yang dianut Majapahit. Setelah sempat tenggelam, pada awal abad ke-20 istilah ini dihidupkan kembali oleh Ki Hajar Dewantara sebagai salah satu nama alternatif untuk negara merdeka pelanjut Hindia-Belanda yang belum terwujud. Ketika penggunaan nama "Indonesia" (berarti Kepulauan Hindia) disetujui untuk dipakai ide itu, kata Nusantara tetap dipakai sebagai sinonim untuk kepulauan Indonesia. Pengertian ini sampai sekarang dipakai di Indonesia. Akibat perkembangan politik selanjutnya, istilah ini kemudian dipakai pula untuk menggambarkan kesatuan geografi-antropologi kepulauan yang terletak di antara benua Asia dan Australia, termasuk Semenanjung Malaya namun biasanya tidak mencakup Filipina. Dalam pengertian terakhir ini, Nusantara merupakan padanan bagi Kepulauan Melayu (Malay Archipelago), suatu istilah yang populer pada akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20, terutama dalam literatur berbahasa Inggris.
Nusantara berarti Kepulauan Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia dan diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia, yang terdiri dari 17.508 pulau besar maupun kecil.
Kepulauan Indonesia terletak pada batas astronomi sbb:
Utara : ± 6°08’ LU
Selatan : ± 11°15’ LS
Barat : ± 94°45’ BT
Timur : ± 141°05’ BT
Jarak utara-selatan sekitar 1.888 Kemerdekaan, sedangkan jarak barat-timur sekitar 5.110 Kemerdekaan. Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5.193.250 km², yang terdiri dari daratan seluas 2.027.087 km² dan perairan seluas 3.166.163 km².

Nusantara pandangan atau anggapan bahwa Nusantara adalah kepulauan yang merupakan suatu kesatuan, termasuk semua laut dan selatnya; sosial kemampuan untuk memahami cara-cara menyesuaikan diri atau menempatkan diri dulu lingkungan sosial. Wawasan nusantara yang biasa disingkat wasantara berasala dari kata wawas (atau dari kata induk mawas)yang mempunyai arti pandang, melihat. Dengan memberikan akhiran -an maka akan mempunyai tambahan arti cara. Wawasan berarti suatu cara pandang atau lihat. Kata pandang tidak selamanya dihubungkan dengan panca indera penglihatan tapi dapat diperluas menjadi respon, menyikapi, langkah. Jadi,wawasan adalah suatu cara menyikapi dengan dasar yang tertentu sebagai acuan.
Sedangkan nusantara berasal dari dua kata yaitu nusa dan antara. Nusa merupakan isitilah jawa kuno yang mempunyai arti pulau. Antara mengandung makna ada sesuatu yang diapit. Nusantara berarti pulau yang mengapit. Jika diperluas dapat diartikan sebagai kepulauan yang saling terikat satu sama lain.
Jadi wawasan nusantara secara arti kata adalah cara pandang suatu bangsa berkepulaun dalam menyikapi permasalahan-permasalahan dalam kehidupannya dengan kondisi beraneka ragam (itu adalah defini versi saya). Sedangkan defini sebagai bangsa Indonesia yang notabene adalah negara kepulauan, Wawasan nusantara adalah cara pandang bangsa Indonsia tentang diri dan lingkungan sekitarnya berdasarkan ide nasionalnya yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945 yang merupakan aspirasi bangsa Indonsia yang merdeka dan berdaulat untuk mencapai tujuan nasional.
Indonesia sering disebut sebagai kepulauan terbesar di dunia, sebuah nama yang tepat mewakili 17.000 atau lebih yang span pulau yang lebih dari 5000 km (sekitar 3.200 mil) timur dari Sabang di Sumatera Utara sampai Merauke di Irian Jaya. Jika Anda superimpose peta Indonesia lebih dari satu di Eropa, Anda akan menemukan bahwa itu membentang dari Irlandia sampai Iran; dibandingkan dengan Amerika Serikat, mencakup daerah dari California ke Bermuda.
Ada delapan pulau besar atau kelompok pulau dalam rantai besar. Para daratan terbesar terdiri dari Sumatera, Jawa, Kalimantan (Borneo), Sulawesi (Celebes) dan Irian Jaya (setengah bagian barat dari Papua New Guinea). Pulau-pulau kecil jatuh ke dalam dua kelompok utama: Maluku ke timur laut, dan rantai Sunda lebih rendah timur Bali. Bali adalah sebuah pulau yang unik, yang untuk beberapa alasan dapat dimasukkan ke dalam kelas tersendiri.
Salah satu contoh yang diatur dalam wawasan nusantara adalah tentang tata cara mengenai hukum laut. Sesuai dengan hukum laut internasional, secara garis besar sebgaia negara kepulauan, bangsa Indonesia memiliki Laut Teritorial, Perairan Pedalaman, ZEE, dan Landas Kontinen.
-    Laut Teritorial adalah suatu wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil diukur dari garis pangkal (garis air surut terendah sepanjang pantai).
-    Perairan Pedalaman adalah wilayah sebelah dalam daratan atau sebelah dalam dari garis pangkal.
-    Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) adalah suatu wilayah laut tidak boleh melebihi 200 mil dari garis pangkal. Di dalam kawasan ZEE, negara tersebut memiliki hak kedaulatan untuk keperluan eksplorasi, eksploitasi, konservasi dan pengelolaan sumber daya alam di perairan.
            Kedudukan wawasan nusantara sebagai wawasan nasional bangsa Indonesia adalah :
1. Pancasila sebagai falsafah, ideolgi, dan dasar negara berkedudukan sebagai landasan idiil
2.
  UUD 1945 sebagai landasan konstitusi negara.
3. Wawasan nusantara sebagai visi nasional, berkedudukan sebagai landasan visional
4. Ketahanan nasional sebagai konsepsi nasional sebagai kebijakan nasional, berkedudukan sebagai landasan operasional.
Wawasan Nusantara sebagai fenomena atau gejala sosial harus dilihat sebagai gejala dinamis. Dilihat dari segi ini maka Wawasan Nusantara itu mempunyai 3 (tiga) unsur utama, ialah:
·                     Wadah
·                     Isi
·                     Tata laku
Dimana wadah dan isi membentuk konsepsi dasar Wawasan Nusantara, sedangkan tata laku merupan konsepsi pelaksanaannya.
1.                  Wadah
Dalam meninjau wadah ini perlu membicarakan terlebih dahulu azas archipelago. Archipelago berasal dari kata Archi yang berarti penting, dan Pelagus yang berarti laut atau wilayah lautan. Kalau kedua kata-kata itu dirangkaikan, maka diperoleh suatu pengertian wilayah laut dengan kumpulan pulau-pulau di dalamnya. Suatu archipelago harus dibedakan dari suatu kumpulan pulau-pulau berantai (a chain of island). Arti klasik dari archipelago adalah lautan yang diseraki pulau-pulau (a sea studded with island) yang berarti unsur laut lebih besar dari unsur daratan, atau bahwa unsur pokok berpusat pada laut atau unsur air dan bukan pada pulau-pulaunya atau pada unsur tanahnya.
Indonesia mengartikan archipelago sebagai suatu kesatuan utuh wilayah, yang batas-batasnya ditentukan oleh laut, dalam lingkungan mana terdapat pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau. Dan archipelago memiliki arti ke dalam dan ke luar sebagai berikut:
Ke dalam: Nusantara lebih menampakkan sifat dan ciri sebagai kesatuan wilayah laut dengan pulau-pulau dan gugusan pulau-pulau di dalamnya, yang merupakan satu kesatuan utuh dengan segenap unsur-unsurnya yang menunggal.
Ke luar : Nusantara (Indonesia) yang letak georafisnya berada di antara dua benua dan dua samudra, sehingga berada di persimpangan jalan penghubung, memiliki sift dan ciri sebagai posisi silang dengan segala konsekuensinya sendiri, sehingga merupakan kepribadiannya.
Wadah tersebut bila dirinci meliputi tuga unsur sebagai berikut:
·                     batas ruang lingkup atau bentuk ujud
·                     tata susunan pokok atau tata inti organisasi
·                     tata susunan pelengkap atau tata kelengkapan organisasi
a)                  Batas Ruang Lingkup atau Bentuk Ujud
Bidang ini telah dibahas dalam azaz archipelago, dimana Wawasan Nusantara mempunyai bentuk ujud sebagai:
·            Nusantara
·            Manunggal – utuh menyeluruh
Nusantara
Dalam bentuk ujud Nusantara, maka batas-batas negara ditentukan oleh lautan dengan di dalamnya pulau-pulau serta gugusan pulau-pulau yang satau sama lain di hungungkan, tidak dipisahkan oleh air, baik berupa laut dan selat.
Nusantara di samping bentuk ujud seperti tersebut di atas juga mempunyai letak geografis khas, yaitu sebagai inti dari pada posisi silang dunia, yang mempunyai pengaruh besar dalam tata kehidupan dan sifat perikehidupan nasionalnya
Manunggal – utuh menyeluruh
Sebagai telah diuraikan di atas, nampak jelas sifat dan ciri yang terpokok, yaitu sebagai kesatuan dan persatuan dan persatuan (manunggal) seperti:
1.                  Manunggal di bidang wilayah
2.                  Manunggal di bidang bangsa
3.                  Manunggal di bidang ideologi
4.                  Manunggal di bidang politik
5.                  Manunggal di bidang ekonomi
6.                  Manunggal di bidang sosial
7.                  Manunggal di bidang kebudayaan
8.                  Manunggal di bidang pertahanan dan keamanan
9.                  Manunggal di bidang psikologi
10.              Berkeseimbangan
b)      Tata Susunan Pokok/Inti Organisasi
Sarana untuk mengetahui tata inti organisasi suatu negara ialah Undang-Undang Dasar. Untuk Indonesia ini berarti Undang-Undang Dasar 1945, terutama yang menyangkut:
1.            Bentuk dan kedaulatan Bab I, Pasal (1)
2.            Kekuasaan Pemerintah Negara, Bab III pasal (4) dan (5)
3.            Sistem Pemerintahan
4.            Sistem Perwakilan
c)      Tata Susunan Pelengkap/Kelengkapan Organisasi
1.            Aparatur Negara
2.            Kesadaran politik masyarakat dan kesadaran bernegara
3.            Pers
4.            Partisipasi rakyat
2.                  Isi
Isi terdiri dari tiga unsur yaitu:
·               Cita-cita
·               Sifat dan ciri-ciri
·               Cara kerja
Cita-cita yang tekandung dalam Wawasan Nusantara adalah seperti yang dirumuskan di dalam pembukaan UUD 1945, ialah “… untuk membentuk suatu Pemerintahan Indonesia yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan perdamaian abadi dan keadilan sosial…”
Demikian dengan menyadari letak kedudukan geografis sebagai titk pusat di dalam Posisi Silang, Indonesia memandang ke segenap penjuru lingkungan, dimana Wawasan Nusantara pada hakekatnya bertujuanuntuk mensejahterakan , ketentraman dan keamanan bagi bangsa Indonesia dan pula untuk kebahagian serta perdamaian bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu berdasarkan Pancasiladan UUD 1945, Wawasan Nusantara tidak semata-mata memperhatikan kepentingan Indonesia sendiri. Tetapi sejarah azasi menerima beban kewajiban kodrati untuk senantiasa memperhatikan juga lingkungan di dalam ikut serta menyelenggarakan dan membina kesejahteraan ,dan perdamaian diseluruh dunia. Selain itu, ke dalam Indonesia sendiri, Wawasan Nusantara bertujuan untuk mewujudkan kesatuan dan keserasian dinamis di dalam segenap aspek kehidupan nasional, baik dalam aspek alamiah maupun di dalam aspek sosial. Segenap aspek kehidupan nasional Indonesia itu juga selalu menuntut dimanunggalkan secara serasi dan berimbang, sesuai dengan makna negara Bhineka Tunggal Ika, yang merupakan ciri azasi dari falsafah negara pancasila
Sifat atau Ciri-ciri
Wawasan Nusantara mempunyai ciri-ciri atau sifat
1.                  Manunggal
Keserasian dan keseimbangan yang dinamis dalam segenp aspek kehidupan, baik aspek ilmiah maupun sosial. Segenap aspek kehidupan sosial itu selalu menuntut dimanunggalkan secara serasi dan berimbang sesuai dengan makna sesanti Bhineka Tunggal Ika yang merupakan sifat azasi dari sifat Pancasila
2.                  Utuh menyeluruh
Utuh menyeluruh bagi Nusantara dan rakyat Indonesia sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh bulat dan tidak dapat dipecah-pecah oleh kekuatan apapun dan bagaimana pun, sesuai dengan Satu Nusa, Satu Bangsa ,dan Satu Bahasa
Cara Kerja
Cara kerja dalam Wawasan Nusantara berpedoman pada Pancasila sebagai kebulatan pandangan hidup bangsa Indonesia. Kristalisasi kepribadiannya, berwujud tata pergaulan dalam hidup yang di cita-citakan bersama serta azas kenegaraan menurut UUD 1945 memnerikan arah cara mengendalikan hidup masyarakat dan cara penetrapan hak-hak serta kewajiban azasi para warga negaranya. Ini berarti bahwa dalam pandangan hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila telah terkandung pula cita-cita, azas-azas (prinsip-prinsip) serta nilai-nilai filosofis dan pedoman cara kerja, termasuk pula cara atau sistem “mawas lingkungan hidup bangsa” yang kita namakan Wawasan Nusantara.
3.                  Tata Laku
Mengenai tata laku dapat dirinci dalam dua unsur, yauitu tatalaku batiniah dan tata laku lahiriah. Lazimnya tata laku batiniahtumbuh dan terbentuk karena kondisi dalam proses pertumbuhan gidupnya, pengaruh keyakinan pada suatu agama/ kepercayaan termasuk tuntunan budi pekerti, serta pengaruh kondisi kekuasaan (alam, otorita) yang memungkinkan berlangsungnya kebiasaan-kebiasaan hidupnya.
Seperti kita ketahui, sikap batin atau mental tidak lain adalah wujud produk dari kebiasaan-kebiasaan yang membudaya. Karenanya setiap gejala penyimpangan tafsiran dan penerangan falsafah dari pengarahan falsafah, perlu segera ditertibkan, untuk mencegah agar jangan sampai menjadi kebiasaan apalagi membudaya.
Sedangkan tata laku lahiriah dituangkan dalam suatu pola tata laksana yang dapat dirinci menjadi: Tata perencanaan: Tata pelaksanaan, dan Tata pengawasan. Secara singkat penerapan dari ketiga unsur dasar Wawasan Nusantara itu dapat dikembangkan sebagai berikut.
·            Wawasan Nusantara dalam wujud dan wadahnya sebagai suatu Wawasan Nasional adalah perumusan isis, Republik Indonesia dalam wadahnya yang berupa suatu negara kepulauan yang sejak dahulu kala merupan kesatuan
·            Ajaran Wawasan Nusantara adalah wujud dan isi kepribadian bangsa, yang hendak mewujudkan dalam lingkungan alam Indonesia yang sarwa nusantara menurut cara-cara Indonesia didalam ruang lingkup yang sarwa nusantara.

Selasa, 10 Mei 2011

puisi

                                                Sendiri Lagi
karna angin tak punya sayap, dia membisu, dia membuta karna tak ada kata
karna angin tak punya sayap, maka belajarlah dia membuta tak dapat simpan aneka
cita, dia bersendawa mirip aroma surga
karna angin tak punya sayap, dia berlari kearah yang sama, dia lupa alur purnama namun kau tak mengerti sekuat itu dia mencoba jadi seperti apa adanya
karna angin tak punya sayap, dia berdiri dan tak mampu berdawai karna dia akan patah arah bila hanya akan ada jiwa bila aku bersamanya
karna angin tak punya sayap, maka itu aku sendiri s
eperti angin.............

Puisi

                                                              Hati Kecilku
Seraya dengan selendang kecilku, aku menari indah di atas hamparan samudra luas.
Aku memerdukan suara hati.
Ku nyanyikan lagu cantik.
Ku ayunkan selendang searah dengan angin yang menggeserkan debu-debu di padang (pasir)

Namun , angin berganti petaka
Ia menghilangkan selendang kecil ku .
Ia menjatuhkan pundak ku
Dan aku pun terhempas jauh, tetesan airmata menutup nyanyianku.

Ku coba lagi membuat selendang baru, dan kini tak lagi ku ikatkan di pinggangku.
Lalu ku mainkan biola ku, mungkin ini sangat rapuh. Tetapi, alunannya mengantarkan aku pada usia baru ku.

Tiba-tiba alunannya hilang, biola rapuh ku tak lagi bernyawa. Kini tak lagi berdawai.
Karna ia rapuh. Oh Tuhan apakah ini?
Lagi-lagi airmata menggantikan alunan ku.

Tak ada lagi tarian dengan selandang kecil ku, dan tak ada lagi alunan dengan  biola rapuh ku.
Kini aku  benar-benar sendiri. Mereka yang selalu menemani ku, semua hilang.
Ku terdiam di depan semua masa ku, bertumpu pada satu tempat, yaitu kertas.
Ku buat puisi,
Yang tarian dan alunan ku menyatu. Ku indahkan hidup ku dengan satu sampai dua patah kata.
Tersenyum ku memandang rangkaiannya, karna ku ingin Ia juga menjadi teman ku.

Namun, sama halnya dengan masa kecil dan kanak-kanak ku.
Aku berhenti menulis puisi ku, karnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Kertasku basah.
Tak kuat ku bayangkan takdir inii.
Tak sadarnya aku bahwa air mata telah mengganti tawa ku  sejak tadi.

Sungguh perih!
Tapi ada ibu disini, ada kamu juga kekasih ku. Mereka memeluk ku.
Aku tak lagi sendiri ^_^
Kemudian aku terlelap dan ketika ku kembali terjaga; selendang kumuh, biola rapuh, dan kertas buram ku ada menemaniku ---

Sejak saat itulah aku mengetahui, bahwa semakin tinggi pohon berdiri maka semakin kencang pula angin yang menerjang.
Begitu pun aku, semakin dewasanya usia ku maka semakin banyak terpaan yang menghadang.

--tawa dan tangis hanyalah sebagian dari impian-impian kecilmu. Umur mu tak dapat kau lihat. Sama halnya dengan impian. Hargailah setiap umurmu untuk menangis dan tertawa sampai impianmu hidup didepan mata--

Hati Kecilku


Seraya dengan selendang kecilku, aku menari indah di atas hamparan samudra luas.
Aku memerdukan suara hati.
Ku nyanyikan lagu cantik.
Ku ayunkan selendang searah dengan angin yang menggeserkan debu-debu di padang (pasir)

Namun , angin berganti petaka
Ia menghilangkan selendang kecil ku .
Ia menjatuhkan pundak ku
Dan aku pun terhempas jauh, tetesan airmata menutup nyanyianku.

Ku coba lagi membuat selendang baru, dan kini tak lagi ku ikatkan di pinggangku.
Lalu ku mainkan biola ku, mungkin ini sangat rapuh. Tetapi, alunannya mengantarkan aku pada usia baru ku.

Tiba-tiba alunannya hilang, biola rapuh ku tak lagi bernyawa. Kini tak lagi berdawai.
Karna ia rapuh. Oh Tuhan apakah ini?
Lagi-lagi airmata menggantikan alunan ku.

Tak ada lagi tarian dengan selandang kecil ku, dan tak ada lagi alunan dengan  biola rapuh ku.
Kini aku  benar-benar sendiri. Mereka yang selalu menemani ku, semua hilang.
Ku terdiam di depan semua masa ku, bertumpu pada satu tempat, yaitu kertas.
Ku buat puisi,
Yang tarian dan alunan ku menyatu. Ku indahkan hidup ku dengan satu sampai dua patah kata.
Tersenyum ku memandang rangkaiannya, karna ku ingin Ia juga menjadi teman ku.

Namun, sama halnya dengan masa kecil dan kanak-kanak ku.
Aku berhenti menulis puisi ku, karnaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa....
Kertasku basah.
Tak kuat ku bayangkan takdir inii.
Tak sadarnya aku bahwa air mata telah mengganti tawa ku  sejak tadi.

Sungguh perih!
Tapi ada ibu disini, ada kamu juga kekasih ku. Mereka memeluk ku.
Aku tak lagi sendiri ^_^
Kemudian aku terlelap dan ketika ku kembali terjaga; selendang kumuh, biola rapuh, dan kertas buram ku ada menemaniku ---

Sejak saat itulah aku mengetahui, bahwa semakin tinggi pohon berdiri maka semakin kencang pula angin yang menerjang.
Begitu pun aku, semakin dewasanya usia ku maka semakin banyak terpaan yang menghadang.

--tawa dan tangis hanyalah sebagian dari impian-impian kecilmu. Umur mu tak dapat kau lihat. Sama halnya dengan impian. Hargailah setiap umurmu untuk menangis dan tertawa sampai impianmu hidup didepan mata--

Kamis, 28 April 2011

Ketahanan Nasional
A.      Latar Belakang
Sejak merdeka negara Indonesia tidak luput dari gejolak dan ancaman yang membahayakan kelangsungan hidup bangsa. Tetapi bangsa Indonesia mampu mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatannya dari agresi Belanda dan mampu menegakkan wibawa pemerintahan dari gerakan separatis.
Sumber daya alam dan jumlah serta kemampuan penduduk telah menempatkan Indonesia menjadi ajang persaingan kepentingan dan perebutan pengaruh antar negara besar. Hal ini secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap segenap aspek kehidupan sehingga dapat mempengaruhi dan membahayakan kelangsungan hidup dan eksitensi NKRI. Untuk itu bangsa Indonesia harus memiliki keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional sehingga berhasil mengatasi setiap bentuk tantangan ancaman hambatan dan gangguan dari manapun datangnya.
Indonesia adalah negara yang bersandar pada kekuatan hukum sehingga kekuasaan dan penyelenggaraan hidup dan kehidupan kenegaraan diatur oleh hukum yang berlaku. Dengan kata lain, hukum sebagai pranata sosial disusun untuk kepentingan seluruh rakyat dan bangsa yaitu menjaga ketertiban bagi seluruh rakyatnya. Kondisi kehidupan nasional itu menjadi salah satu kekuatan ketahanan nasional karena adanya jaminan kekuasaan hukum bagi semua pihak yang ada di Indonesia dan lebih jauh daripada itu adalah menjadi cermin bagaimana rakyat Indonesia mampu untuk tumbuh dan berkembang dalam suatu wilayah yang menempatkan hukum sebagai asas berbangsa dan bernegara dengan menyandarkan pada kepentingan dan aspirasi rakyat.

B. Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
            Kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang berintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan ancaman hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Untuk menjamin identitas, integritas kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.
            Konsepsi ketahanan nasional Indonesia adalah konsepsi pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang serasi dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh dan menyeluruh berlandaskan Pancasila, UUD 45 dan Nusantara.
    Kesejahteraan = Kemampuan bangsa dalam menumbuhkan dan mengembangkan nilai-nilai nasionalnya demi sebesar-besarnya kemakmuran yang adil dan merata rohani dan jasmani.
    Keamanan = Kemampuan bangsa Indonesia melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.         
Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia  dari masa ke masa. Kepastian itu  menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.

C. Sifat Ketahanan Nasional

1. Mandiri


Ketahanan nasional adalah merupakan akumulatif dari ketahnan nasional dibidang ideology, politik, ekonomi, social budaya dan Hankamu. Dengan demikian ketahanan bidang Tri Gatra dan Panca Gatra tidak dapat berdiri sendiri tetapi selalu harus ada keserasian dan keselarasan kehidupan aspek Tri Gatra dan Panca Gatra untuk dapat meningkatkan ketahanan nasional.

2. Mawas ke dalam dan keluar


Ketahanan nasional ditujukan dan diarahkan kedalam diri bangsa dan Negara Indonesia, namun hal ini bukan berarti bahwa bangsa Indonesia melakukan isolasi atau bersfat nasioanlisme sempit.


3. Berkewibawaan


Ketahanan nasional harus dapat memberikan dampak kewibawaan nasional yang diperhitungkan oleh pihak lain dan merupakan daya tangkal dan daya cegah dari keinginan lawan yang menganggu.

4. Berubah menurut waktu


Ketahanan nasional dikembangkan berdasarkan sikap mental percaya pada diri sendiri serta tidak menggungkan kepada phak lain. Bantuan dari luar hanya merupakan pelengkap bukan menjadi andalan utama.

Konsepsi ketahanan nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik semata tetapi lebih pada sikap konsultatif dan kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan pada kekuatan moral dan kepribadian bangsa.


D. Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia

Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari  nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :
1.     Asas Kesejahteraan dan Keamanan
2.     Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu
3.     Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
§  Mawas ke dalam
Mawas ke dalam  bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilai-nilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh.
§  Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional.
4.     Asas kekeluargaan

Selasa, 05 April 2011

Teori Cobb Douglas

Teori dasar pendekatan Cobb Douglas
Beberapa fungsi produktivitas dalam suatu perusahaan sangatlah berperan penting dalam pengembangan produktivitas. Terutama untuk menunjang proses produksi sehingga dapat memberikan beberapa peluang yang diharapkan. Dalam dunia ekonomi, pendekatan Cobb-Douglas merupakan bentuk fungsional dari fungsi produksi secara luas digunakan untuk mewakili hubungan output untuk input. Hal ini diusulkan oleh Knut Wicksell (1851-1926), dan diuji terhadap bukti statistik oleh Charles Cobb dan Paul Douglas di 1900-1928.
Untuk produksi, fungsi dapat digunakan rumus :
Y = AL α K β , Y = K α β AL,
Dimana:
  • Y = total produksi (nilai moneter semua barang yang diproduksi dalam setahun)
  • L = tenaga kerja input
  • K = modal input
  • A = produktivitas faktor total
  • α dan β adalah elastisitas output dari tenaga kerja dan modal, masing-masing. Nilai-nilai konstan ditentukan oleh teknologi yang tersedia.
Output elastisitas mengukur respons output oleh perubahan tingkat baik tenaga kerja atau modal yang digunakan dalam produksi, ceteris paribus. Sebagai contoh jika α = 0,15, peningkatan 1% tenaga kerja akan mengakibatkan kenaikan sekitar 0,15% pada output.
Selanjutnya, jika:
α + β = 1, α + β = 1,
Fungsi produksi memiliki skala hasil konstan . Artinya, jika L dan K masing-masing meningkat sebesar 20%, kenaikan Y sebesar 20%. Jika :
α + β < 1, α + β <1,
Kembali ke skala yang menurun, dan jika :
α + β > 1 α + β> 1
kembali ke skala yang meningkat. Dengan asumsi persaingan sempurna dan α + β = 1, α dan β dapat ditunjukkan untuk menjadi tenaga kerja dan modal pangsa output.
Cobb dan Douglas dipengaruhi oleh bukti statistik yang muncul untuk menunjukkan bahwa tenaga kerja dan modal saham dari total output yang konstan dari waktu ke waktu di negara maju, mereka menjelaskan hal ini dengan statistik fitting -kuadrat regresi fungsi produksi mereka. Saat ini sudah ada keraguan mengenai apakah keteguhan dari waktu ke waktu ada.






Pengukuran Produktivitas dengan Pendekatan Cobb-Douglas

Sebelum melakukan pengukuran produktivitas pada semua sistem, terlebih dahulu harus dirumuskan secara jelas output apa saja yang diharapkan dari sistem itu dan sumber daya (input) apa saja yang akan digunakan dalam proses sistem tersebut untuk menghasilkan output.
Salah satu model pengukuran produktivitas yang sering digunakan adalah pengukuran berdasarkan pendekatan fungsi produksi Cobb-Douglas, yaitu suatu fungsi atau persamaan yang melibatkan dua variabel atau lebih, variabel yang satu disebut variabel independent (Y) dan yang lain disebut variabel dependent (X).
Kelebihan dari fungsi produksi Cobb-Douglas:
  1. Bentuk fungsi produksi Cobb-Douglas bersifat sederhana dan mudah penerapannya.
  2. Fungsi produksi Cobb-Douglas mampu menggambarkan keadaan skala hasil (return to scale), apakah sedang meningkat, tetap atau menurun.
  3. Koefisien-koefisien fungsi produksi Cobb-Douglas secara langsung menggambarkan elastisitas produksi dari setiap input yang digunakan dan dipertimbangkan untuk dikaji dalam fungsi produksi Cobb-Douglas itu.
  4. Koefisien intersep dari fungsi produksi Cobb-Douglas merupakan indeks efisiensi produksi yang secara langsung menggambarkan efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output dari sistem produksi yang dikaji
Kekurangan dari fungsi produksi Cobb-Douglas:
  1. Spesifikasi variabel yang keliru akan menghasilkan elastisitas produksi yang negatif atau nilainya terlalu besar atau terlalu kecil.
  2. Kesalahan pengukuran variabel ini terletak pada validitas data, apakah data yang dipakai sudah benar, terlalu ekstrim ke atas atau sebaliknya. Kesalahan pengukuran ini akan menyebabkan besaran elastisitas menjadi terlalu tinggi atau terlalu rendah.
  3. Dalam praktek, faktor manajemen merupakan faktor yang juga penting untuk meningkatkan produksi, tetapi variabel ini kadang-kadang terlalu sulit diukur dan dipakai dalam variabel independent dalam pendugaan fungsi produksi Cobb-Douglas.
Bentuk umum fungsi produksi Cobb-Douglas adalah:
Q = δ.I α
Keterangan: Q = Output
I = Jenis input yang digunakan dalam proses produksi dan dipertimbangkan untuk dikaji
δ = indeks efisiensi penggunaan input dalam menghasilkan output
α = elastisitas produksi dari input yang digunakan




Berikut beberapa analisa mengenai pendekatan cobb douglas :
1. Mentransformasi Persamaan Regresi Linier
Sebelum data dapat diolah dan dianalisis lebih lanjut, data-data yang diperoleh harus terlebih dulu ditransformasikan ke dalam bentuk Logaritma Natural (Ln). Kemudian data-data dalam bentuk Logaritma Natural tersebut diolah kembali untuk mendapatkan persamaan regresi Y = a + bX, atau dikembalikan pada variabel aslinya dengan Y = Ln Q dan X = Ln I. Maka persamaan regresi menjadi Ln Q = a + b(Ln I). Selanjutnya regresi linier tersebut ditransformasikan ke dalam fungsi produksi Cobb-Douglas, dengan langkah:
Ln Q = a + b(Ln I)
Ln Q = a + Ln Ib
Ln Q – Ln Ib = a
Q = eaIb
Dengan demikian persamaan Cobb-Douglas telah didapat dengan ea merupakan indeks efisiensi dari proses transformasi, serta a dan b merupakan elastisitas produksi dari input yang digunakan
2. Analisa Efisiensi Proses Produksi
Efisiensi merupakan penggunaan input yang sekecil-kecilnya untuk mendapatkan jumlah produksi sebesar-besarnya tanpa melupakan kualitas dari produk yang dihasilkan. Efisiensi proses produksi dapat dilihat dari koefisien intersep fungsi produksi Cobb-Douglas, yaitu:
Indeks efisiensi = ea
Keterangan: e = 2,71828
a = koefisien intersep persamaan regresi
Indeks efisiensi akan didapat dari perhitungan, dengan semakin tinggi indeks efisiensi produksi berarti proses transformasi input menjadi output menjadi semakin efisien. Selain indeks efisiensi, rasio efisiensi juga akan didapat dari perhitungan. Rasio efisiensi menunjukkan perbandingan kemampuan menghasilkan output dengan memakai input yang tersedia.
3. Return to Scale
Berdasarkan persamaan fungsi produksi Cobb-Douglas, terdapat tiga situasi yang mungkin dalam tingkat pengembalian terhadap skala (Browning dan Browning, 1989).
  1. Jika kenaikan yang proporsional dalam semua input sama dengan kenaikan yang proporsional dalam output (εp = 1), maka tingkat pengembalian terhadap skala konstan (constant returns to scale).
  2. Jika kenaikan yang proporsional dalam output kemungkinan lebih besar daripada kenaikan dalam input (εp > 1), maka tingkat pengembalian terhadap skala meningkat (increasing returns to scale).
  3. Jika kenaikan output lebih kecil dari proporsi kenaikan input (εp < 1), maka tingkat pengembalian terhadap skala menurun (decreasing returns to scale).
4. Elastisitas Produksi Parsial
Elastisitas produksi parsial berkenaan dengan input tertentu merupakan ukuran perubahan proporsional pada input-nya ketika input lainnya konstan. Sebelum elastisitas produksi parsial dapat dihitung, terlebih dahulu dicari nilai Total Physical Product, Average Physical Product, dan Marginal Physical Product, yang dirumuskan:
Total Physical Product (TPP) dianggap sebagai hubungan teknis antara satu variabel faktor produksi (input) dan output dapat ditunjukkan oleh suatu fungsi produksi yang secara matematis dapat ditulis (Sudarman, 1989) :

Average Physical Product (APP) dari suatu fungsi produksi adalah total produksi dibagi dengan jumlah faktor produksi yang digunakan untuk menghasilkan produk tersebut. APP adalah perbandingan output faktor produksi untuk setiap tingkat output dan faktor produksi yang bersangkutan (Sudarman, 1989). Persamaan untuk mencari nilai APP adalah sebagai berikut:
Marginal Physical Productivity (MPP) dari suatu faktor produksi adalah bertambahnya total produksi yang disebabkan oleh bertambahnya satu unit faktor produksi variabel ke dalam proses produksi di mana faktor produksi yang lain tetap tidak berubah jumlahnya (Sudarman, 1989). Persamaannya adalah:

Elastisitas produksi parsial berkenaan dengan input tertentu merupakan ukuran perubahan proporsional output-nya disebabkan oleh perubahan proporsional pada input-nya ketika input-input yang lain konstan (Sudarman, 1989). Persamaannya adalah: